Jejak Si Bolang Versi
Modern
Prolog : Diceritakan ada 3 orang
sahabat yang bernama Fira, Dila & Rara yang berniat untuk mencari harta
karun di sebuah hutan yang konon katanya di hutan itu terdapat sebuah kerajaan,
kerajaan apakah yang dimaksud dan bagaimanakah cerita selanjutnya,.. Mari kita
saksikan di TKP .. ( kicau1an burung )
Fira : “semuanya siap ayo, kita berangkat”
Dila : “ayoo..”
Rara : “Kalian yakin mau nyari harta karun
di hutan itu?”
Dila : “yakin lahh.. kamu takut yaa?”
Fira : “iya pasti kamu takut”
Rara : “e..e..e engga kok siapa bilang aku
takut, ngapain juga aku harus takut :p”
Dila : “yang bener keliatan tuh dari mukanya”
Rara : “ihh apaan sih”
Fira : “udah,.. udah.. jangan pada bercanda
melulu”
Dila : “iya deh” ( suara mobil )
Prolog : Mereka pun berangkat
dengan penuh kegembiraan, ketika di perjalanan mereka melawati sebuah desa yang
bernama desa Sapi Deleng, mereka pun bertemu dengan salah satu penduduk desa
Sapi Deleng tersebut.(lagu bolang dan ayam)
Dila : “(menarik napas) udaranya segar juga
yahh”
Fira : “betul.. betul.. betul..”
Rara : “(menarik napas) ihh bau”
Fira dan dila : “hah bau ??”
Rara : “iya bau banget”
Fira : “bau kenapa ?”
Rara : “iyalah orang kita berdiri di
sebelah kandang sapi”
Dila : mana?”
Rara : “ tuhh”(suara sapi)
Fira & dila : “hmm pantes”
Dila : “ayo deh kita lanjutin lagi
perjalanan kita”
Fira : “ehh.. ibu, bu saya mau nanya ini
desa apa ya bu”
Ibu : “ini namanya desa Sapi Deleng de”
Dila : “hah Sapi Deleng nama desa ko aneh
banget sih”
Ibu : “memang kalian semua mau pada
kemana?”
Dila : “kita mau ke hutan yang
disana bu”
Ibu : “sebaiknya kalian jangan
ke hutan itu,”
All : “OMG kenapa bu, ?
Ibu : “sebaiknya kalian jangan kesana,
sebab konon katanya dihutan itu ada sebuah kerajaan dimana para penduduknya
suka memakan daging hewan maupun manusia yang ada disana”
Dila : “wow , amazing .. lagian zaman
modern gini masih ada gituh orang kanibal kaya gituan”
Rara : “tau emangnya zaman nya sumanto
kanibal, udah jadul kali”
Fira : “stt.. kalian jangan kaya gitu
mungkin aja apa yang diomongin ibu ini bener”
Dila : “udah deh, ga usah percaya sama ibu
itu mungkin aja ibu itu berbohong” (berbisik)
Rara : “ahh kita gak percaya sama yang kaya
gitu bu”
Ibu : “ya sudah kalau kalian semua tidak
percaya, saya hanya memperingati kalian semua”
Dila : “iya bu, udah kita lanjutiin
lagi perjalanannya”
Prolog : Dila pun menarik kedua
tangan sahabatnya lalu melanjutkan perjalanannya tanpa mengingat perkataan ibu
tadi, sesampainnya mereka di hutan..
Fira : “aduhh aku capek nih”
Rara : “aku juga , istirahat dulu aja yahh”
Dila : “ayolah bentar lagi kita nyampe di
tempat perbatasan hutannya ko”
Rara : “ masih jauh tau”
Fira : “emang seberapa jauh lagi sih?”
Dila : “deket kok, orang perbatasannya
tinggal 1 langkah lagi”
Rara & fira : “aduh dmana sih ?”
Dila : “ya ampun, tuhh..”
Rara : “bilang dong kalo perbatasannya
tinggal selangakah lagi”
Fira : “iya yaa”
Dila : “makanya melek dong, liat nohh.. ayo
cepet kita lanjutin lagi perjalanannya biar lebih cepet nemuin harta karunnya”
Fira : “harta karun I am Coming”
Prolog : Mereka pun melanjutkan
perjalanannya walaupun dengan keadaannya yang mulai lelah, sesampainya di
tengah hutan..
Rara : “menurut peta ini kita harus kearah
sini nih”
Dila : “yang bener”
Rara : “bener liat aja nih !”
Fira : “coba aku liat dulu, iya bener sih
kata peta disini kita harus melangkah 2 langkah ke depan 2 langkah ke kekanan 2
langkah kebelakang terus 2 langkah ke kiri..”
Dila : “lah apa-apa an nih, kalo gitu sih
kita tetep kembali lagi ke tempat ini dong. Haduh ini peta gimana sih”
Rara : “tau nih fira, kamu bacanya bener
gak sih?”
Fira : “ini tuh udah bener tau, coba nih
kalian yang liat”
Dila : “Coba aku liat, hmmm ini udah bener
sih tapi kenapa dari tadi kita disini aja ya”
Rara : “Bener banget tuh,dasar peta ga berguna
banget sih, sekalian aja kita buang petanya”
Dila : “sttt kamu ga boleh gitu dong..”
Fira : “ aha…udah dari pada pusing
ngeliatin peta itu mendingan kita pake kompas aja!”
Rara : “betul.. betul.. betul..”
Dila : “kata kompas ini sih arah utara tuh
ke sebelah sana berarti kita harus kesana”
Fira : “ya udah kita kesana”
Dila : “ya udah”
Rara : “udah ah kalian itu ribut aja”
Dila : “ya udah ayo jalan”
Rara & fira : “yu ya yuuu”
Prolog : Mereka pun terus
berjalan menyusuri hutan, tiba-tiba terdengar suara hewan hewan hutan yang
menyeramkan. Dan tanpa mereka sadari ada 2 orang yang berpakaian aneh sedang
mengintai mereka.
Patih alau : “Hey tunggu sebentar”
Patih upal : “kenapa ? ada apa?”
Patih alau : “aku kentut.. :D”
Patih upal : “cius? Miapa?”
Patih alau : “mi oyeng aja dehh”
Patih upal : “kalau mikirin kamu boleh ?”
Patih alau : “ah jangan gitu ah nanti aja
jangan disini banyak orang tau”
Patih upal : “ahh kamu, serius nih ada
apa?”
Patih alau : “tadi aku dengar
ada yang berbicara”
Patih upal : “dimana ?”
Patih alau : “disebelah sana ayo kita
lihat!”
Patih upal : “Baiklah yu” (sambil berlari)
Patih alau : “hey kamu mau kemana ?”
Patih upal : “kesana”
Patih alau : “orang arahnya kesini”
Patih upal : “ohh..ya udah deh,
ayo”
Prolog : kedua patih itu pun
mengendap ngendap sambil mengintip ketiga sahabat tersebut.
Patih upal : “hey lihat itu ada 3 orang
gadis sedang berjalan”
Patih alau : “mana ? oh iya kita harus
laporkan kepada raja nih.”
Patih upal : “iya kita harus laporkan
kepada jaja ini kan berita penting”
Patih alau : “raja kali ! emangnya pelawak
apa jaja miharja .. :D”
Patih upal : “iya deh, gimana
kamu aja”
Prolog :
lalu kedua patih itu pun
melaporkan kejadian yang dilihatnya kepada sang raja dan ratu kerajaan
Patih upal : “hormat kami baginda raja kami
akan melapokan sesuatu yang sangat penting”
Raja : “uhahahaha … memangnya ada apa ?”
Ratu : “sepertinya berita ini penting
sekali”
Patih alau : “betul..betul..betul..”
Patih upal : “kami melihat 3 orang
perempuan sedang berpetualang di hutan ini dan sepertinya mereka juga sedang
mencari harta karun kerjaaan raja”
Raja : “uhahahaha uhuk uhuk…maaf, apa ?
tidak, cepat tangkap mereka sekarang”
Patih alau : “OBH nya belum diminum ya raja
?? :D”
Patih upal : “iya nih ..”
Raja : “iya nih pasti mamah lupa ngasih aku
obat batuk nihh”
Ratu : “ iya ya, maaf papah”
Raja : “hey kenapa kalian masih disini
cepat kalian tangkap ketiga anak tersebut”
Patih alau & upal : “siaaap
raja”
Prolog : Patih Alau dan Patih
Upal pun segera mencari dan menangkap ketiga sahabat tersebut.
Patih upal& alau : “haaa”
Dila, rara, fira : “waaaaa…”
Patih upal & alau : “waaa..”
Dila, rara , fira : “kaburr…”
Patih upal & alau : “cepat
tangkapp..”
Prolog : Dila, Rara & Fira
pun berlari berlainan arah. Patih Upal & Alau juga berlari untuk menangkap ketiga sahabat
tersebut.
Fira ; “Haduhh.. kemana dila dan rara ya ?”
(sambil berjalan mundur)
Dila : “huhh .. untung saja para orang aneh
itu tidak mengejar aku lagi”
Rara : “haduhh.. dimana orang aneh itu
berada ?aku takut nihh..”
Prolog : tanpa mereka sadari, Ketiga
sahabat itu bertabrakan dengan keadaan berbalikan arah.
Fira , dila & rara : “haaaa,,” (kaget
dan akhirnya pingsan)
Prolog : ketiga sahabat itu pun kaget lalu
akhirnya pingsan. Patih alau & upal pun menemui ketiga sahabat tersebut dan
langsung menangkapnya.
Patih alau : “hahaha .. sekarang kena
kalian”
Patih upal : “sepertinya mereka pingsan
patih alau”
Patih alau : “emang,, aku juga tau kali..”
Patih upal : “tinggal kita ikat mereka,
lalu kita bawa ke hadapan raja”
Patih alau : “emang mau digituin kali”
Patih upal : “ihh sensi banget sihhh”
Patih alau : “masalah buat lo !!”
Prolog : Kedua patih itu pun membawa ketiga
sahabat itu ke hadapan raja dengan keadaan terikat.
Patih Upal ; “Hormat saya raja, kami telah
membawa tiga anak yang telah saya ceritakan kepada raja dan ratu”
Raja : “ehem ehem.. uhahahaha … kerja yang
bagus patih ku. Cepat bawa dia ke tahanan sel untuk dijadikan sarapan pagi ku besok”
Patih upal & alau : “siaapp raja”
Prolog : Lalu ketiga sahabat pun dibawa ke
tahanan sel yang tempatnya sunggauh sempit dan tak berjendela, mereka akan
dijadikan sarapan sang raja untuk besok pagi
Fira: “aduhh ada dimana nih ?”
Prolog : Saat malam fira terbangun dengan
keadaannya yang masih bingung dengan keberadaannya yang tiba-tiba ada di sebuah
sel yang sangat sempit dan hampa. Disaat ia terbangun , ia mendengar sedikit
pembicaraan sang patih yang sedang berbicara di luar sel.
Patih alau : “ketiga gadis itu
cantik-cantik yah, tapi aku lebih suka yang katanya sih namanya itu rara”
Patih upal : “itu sih gak seberapa, aku
lebih menyukai wanita yang katanya bernama Dila, dia wanita yang sangat manis”
Patih alau : “jadi gak tega nih kalau besok
mereka akan di penggal kepalanya dan dijadikan soup untuk sarapan sang raja
& ratu”
Patih upal : “iya, haduh aku bisa galau nih
kalau kaya gini terus”
Fira : “ohh ternyata mereka itu menyukai
Rara dan Dila, Haduhh pas dong.. tapi apa maksudnya yah yang ktanya mereka akan
dipenggal dan dijadikan soup untuk sang raja dan ratu” (sambil kebingungan)
Fira : “hey hey.. Rara Dila bangun hey
bangun”
Rara : “ada apa sih Fira ?”
Fira : “sebentar, Hey Dila bangun”
Dila : “apa apa sihh..”
Fira : “aku mau cerita nihh,”
Dila : “Cepet mau cerita apa?”
Fira : “tadi aku sempet denger obrolan kedua
patih aneh itu. Katanya besok pagi kita akan dipenggal dan dijadikan soup untuk
sarapan raja dan ratu”
Rara : “mungkin kamu salah denger kali
fir,”
Fira : “engga,kok aku yakin aku gak salah
denger orang telinga aku kan gak budeg”
Dila : “Bentar bentar deh kalian masih
inget gak sama kata-kata yang ibu-ibu itu dulu, yang ktanya penduduk disini
kanibal itu loh”
Rara : “iya bener apa mungkin kata-kata ibu
itu bener ya”
Fira : “nah itu dia yang jadi masalahnya”
Prolog : tanpa terasa waktu pun telah pagi,
dan rasanya semakin membuat ketiga sahabat itu tegang.
Patih upal : “hey hey cepat bangun !”
Dila : “udah dari tadi kalii”
Dayang : “Patih kata raja cepat bawa ketiga
anak itu ke lapangan tempat penyembelihan”
Patih alau : “iya dayang”
Prolog : Ketiga sahabat itu dibawa ke
lapangan tempat penyembelihan. Keadaan itu membuat mereka semakin bingung dan
tegang. Dan membuat kedua patih itu merasa tak tega dan semakin galau.
Patih alau : “cepat sedikit dong jalannya!”
Rara : “iya iya, laki-laki tapi bawelnya melebihi
cewek”
Patih alau : “haduhh.. cepat cepat”
Prolog : setelah sampai ke tempat
penyembelihan, mereka melihat banyak hewan yang disembelih dan membuat
keadaannya menjadi semakin pasrah saja.
Fira : “haduhh.. bagaimana ini , aku tegang
banget”
Dila : “aku juga.. aku gak mau mati
sekarang”
Rara : “apalagi ini caranya kpalanya di
penggal lagi, aduh ga mau”
Prolog : setelah menunggu,
sekarang saatnya ketiga sahabat itu yang akan di penggal.
Patih alau : “kamu cepat kesini !”
Fira : “saya kah ?”
Patih alau : “iya cepat !”
Dila & rara : “jangan Fira !”
Fira : “makasih ya sahabatku”
Prolog : Sambil memegang tangan untuk yang
terakhir kalinya, Dila dan rara menangis tak tega melihat sahabatnya diperlakukan
seperti itu. Tetapi, saat itu …
Raja : “uhahhaha.. cepat penggal dia
sekarang juga”
Ratu : “tunggu patih., stop jangan lakukan
itu kepada dia !”
Patih upal : “ada apa ratu ?”
Ratu : “kemarilah nak ..”
Fira : “saya ratu ?”
Ratu : “iya kamu nak..”
Prolog : fira pun mendekati sang ratu. Dan
membuat keadaan menjadi sedikit lega.
Ratu : “bolehkah saya melihat tanda lahir
yang ada ditangan mu itu nak ?”
Fira : “boleh ratu”
Prolog : tiba-tiba sang ratu memeluk erat
fira. Yang membuat semuanya heran dan tertegun melihatnya.
Ratu : “kamu adalah anakku nak !”
(fira hanya bisa terdiam )
Ratu : “apakah kamu masih ingat dengan
tanda lahir ini raja ?” (sambil mennunjukan tanda lahir di tangan fira)
Raja : “tidak, tidak mungkin dia adalah
anakku!”
Ratu : “lihatlah tanda ini baik-baik”
Raja : “sudah sebesar inikah seorang anak
semata wayangku ini?”
Dila : “tunggu dulu, tunggu. Apa ya maksud
kalian ngomong fira adalah anak kalian?”
Rara : “maaf jangan jadiin kita permainan
disini!”
Dila : “sumpah aku gak ngerti maksud kalian
disini apa?”
Prolog : dengan keadaan kesal Dila dan Rara
memotong pembicaraan raja dan ratu.
Raja : “dulu saat fira berusia 5 tahun,
sekelompok peneliti datang ke hutan ini. Mereka datang untuk keperluan
penelitiannya,mereka menebang banyak beberapa pohon yang ada di hutan ini. saat
itu salah seorang dari anggota kelompok tersebut kami penggal, lalu mereka
berbalas dendam dengan menculik fira. Dan hanya tanda lahir inilah yang dapat
menunjukan siapa fira”
Rara : “tapi ini tuh bukanlah bukti yang
kuat kalau fira adalah anak raja dan ratu kerajaan ini”
Fira : “tidak, karena saya juga masih ingat
betul tentang kejadian yang dulu pernah terjadi. Ayah ibu aku juga sangat
merindukanmu. Tapi jujur fira gak seneng sama keadaan kerajaan ini yang menjadi
kerajaan kanibal ayah, ibu”
Ratu : “baiklahh, kami berjanji tidak akan
menjadi kerajaan yang kanibal lagi”
Fira : “teriama kasih ayah, ibu. Ehh
semuanya pada tau gak , sebenernya tuh yaa patih alau itu suka sama rara, dan
patih upal juga sebenernya suka ke Dila ,… ciee ciee. Aku juga yakin kok pasti
kalian suka juga sama para patih ini ya kann ? jujur aja deh?”
Raja : “ya sudah cepat, aku sudah beri
restu ko untuk kalian semua. Iya kan bu?”
Ratu : “bolehh, kenapa tidak. Tapi anak ibu
ini pacarannya sama siapa dong?”
Fira : “dengan bertemu ayah dan ibu disini
pun sudah cukup membuat fira menjadi bahagia sekali”
Prolog : Akhirnya, patih alau dan rara juga
patih upal dan dila telah resmi menjadi seorang pasangan kekasih cieee… dan
Akhirnya ketiga sahabat itu mengukir kisah bahagia nya di hutan terlarang ,,
TERIMA
KASIH
Created By :
·
Muhammad
Rifki Faturrahman sebagai Raja
·
Zulfikar
Alaudin sebagai
Patih Alau
·
Fadlil
Muhammad Naufal sebagai Patih
Upal
·
Salshafira
Mutiara Ramadhany sebagai Fira (anak
Raja)
·
Nurul
Fadilah
sebagai Dila
·
Nadia
Nur Azmi sebagai
Rara
·
Salsabila
Fakhirah Wardani sebagai Ratu
·
Lulu
Rahma Syafitri sebagai Prolog
·
Bellyani
Nopifa Sylvania sebagai
Dayang
·
Dyah
Hallimatusadiah sebagai
Ibu (penduduk Desa Sapi Deleng) Jejak Si Bolang Versi
Modern
Prolog : Diceritakan ada 3 orang
sahabat yang bernama Fira, Dila & Rara yang berniat untuk mencari harta
karun di sebuah hutan yang konon katanya di hutan itu terdapat sebuah kerajaan,
kerajaan apakah yang dimaksud dan bagaimanakah cerita selanjutnya,.. Mari kita
saksikan di TKP .. ( kicau1an burung )
Fira : “semuanya siap ayo, kita berangkat”
Dila : “ayoo..”
Rara : “Kalian yakin mau nyari harta karun
di hutan itu?”
Dila : “yakin lahh.. kamu takut yaa?”
Fira : “iya pasti kamu takut”
Rara : “e..e..e engga kok siapa bilang aku
takut, ngapain juga aku harus takut :p”
Dila : “yang bener keliatan tuh dari mukanya”
Rara : “ihh apaan sih”
Fira : “udah,.. udah.. jangan pada bercanda
melulu”
Dila : “iya deh” ( suara mobil )
Prolog : Mereka pun berangkat
dengan penuh kegembiraan, ketika di perjalanan mereka melawati sebuah desa yang
bernama desa Sapi Deleng, mereka pun bertemu dengan salah satu penduduk desa
Sapi Deleng tersebut.(lagu bolang dan ayam)
Dila : “(menarik napas) udaranya segar juga
yahh”
Fira : “betul.. betul.. betul..”
Rara : “(menarik napas) ihh bau”
Fira dan dila : “hah bau ??”
Rara : “iya bau banget”
Fira : “bau kenapa ?”
Rara : “iyalah orang kita berdiri di
sebelah kandang sapi”
Dila : mana?”
Rara : “ tuhh”(suara sapi)
Fira & dila : “hmm pantes”
Dila : “ayo deh kita lanjutin lagi
perjalanan kita”
Fira : “ehh.. ibu, bu saya mau nanya ini
desa apa ya bu”
Ibu : “ini namanya desa Sapi Deleng de”
Dila : “hah Sapi Deleng nama desa ko aneh
banget sih”
Ibu : “memang kalian semua mau pada
kemana?”
Dila : “kita mau ke hutan yang
disana bu”
Ibu : “sebaiknya kalian jangan
ke hutan itu,”
All : “OMG kenapa bu, ?
Ibu : “sebaiknya kalian jangan kesana,
sebab konon katanya dihutan itu ada sebuah kerajaan dimana para penduduknya
suka memakan daging hewan maupun manusia yang ada disana”
Dila : “wow , amazing .. lagian zaman
modern gini masih ada gituh orang kanibal kaya gituan”
Rara : “tau emangnya zaman nya sumanto
kanibal, udah jadul kali”
Fira : “stt.. kalian jangan kaya gitu
mungkin aja apa yang diomongin ibu ini bener”
Dila : “udah deh, ga usah percaya sama ibu
itu mungkin aja ibu itu berbohong” (berbisik)
Rara : “ahh kita gak percaya sama yang kaya
gitu bu”
Ibu : “ya sudah kalau kalian semua tidak
percaya, saya hanya memperingati kalian semua”
Dila : “iya bu, udah kita lanjutiin
lagi perjalanannya”
Prolog : Dila pun menarik kedua
tangan sahabatnya lalu melanjutkan perjalanannya tanpa mengingat perkataan ibu
tadi, sesampainnya mereka di hutan..
Fira : “aduhh aku capek nih”
Rara : “aku juga , istirahat dulu aja yahh”
Dila : “ayolah bentar lagi kita nyampe di
tempat perbatasan hutannya ko”
Rara : “ masih jauh tau”
Fira : “emang seberapa jauh lagi sih?”
Dila : “deket kok, orang perbatasannya
tinggal 1 langkah lagi”
Rara & fira : “aduh dmana sih ?”
Dila : “ya ampun, tuhh..”
Rara : “bilang dong kalo perbatasannya
tinggal selangakah lagi”
Fira : “iya yaa”
Dila : “makanya melek dong, liat nohh.. ayo
cepet kita lanjutin lagi perjalanannya biar lebih cepet nemuin harta karunnya”
Fira : “harta karun I am Coming”
Prolog : Mereka pun melanjutkan
perjalanannya walaupun dengan keadaannya yang mulai lelah, sesampainya di
tengah hutan..
Rara : “menurut peta ini kita harus kearah
sini nih”
Dila : “yang bener”
Rara : “bener liat aja nih !”
Fira : “coba aku liat dulu, iya bener sih
kata peta disini kita harus melangkah 2 langkah ke depan 2 langkah ke kekanan 2
langkah kebelakang terus 2 langkah ke kiri..”
Dila : “lah apa-apa an nih, kalo gitu sih
kita tetep kembali lagi ke tempat ini dong. Haduh ini peta gimana sih”
Rara : “tau nih fira, kamu bacanya bener
gak sih?”
Fira : “ini tuh udah bener tau, coba nih
kalian yang liat”
Dila : “Coba aku liat, hmmm ini udah bener
sih tapi kenapa dari tadi kita disini aja ya”
Rara : “Bener banget tuh,dasar peta ga berguna
banget sih, sekalian aja kita buang petanya”
Dila : “sttt kamu ga boleh gitu dong..”
Fira : “ aha…udah dari pada pusing
ngeliatin peta itu mendingan kita pake kompas aja!”
Rara : “betul.. betul.. betul..”
Dila : “kata kompas ini sih arah utara tuh
ke sebelah sana berarti kita harus kesana”
Fira : “ya udah kita kesana”
Dila : “ya udah”
Rara : “udah ah kalian itu ribut aja”
Dila : “ya udah ayo jalan”
Rara & fira : “yu ya yuuu”
Prolog : Mereka pun terus
berjalan menyusuri hutan, tiba-tiba terdengar suara hewan hewan hutan yang
menyeramkan. Dan tanpa mereka sadari ada 2 orang yang berpakaian aneh sedang
mengintai mereka.
Patih alau : “Hey tunggu sebentar”
Patih upal : “kenapa ? ada apa?”
Patih alau : “aku kentut.. :D”
Patih upal : “cius? Miapa?”
Patih alau : “mi oyeng aja dehh”
Patih upal : “kalau mikirin kamu boleh ?”
Patih alau : “ah jangan gitu ah nanti aja
jangan disini banyak orang tau”
Patih upal : “ahh kamu, serius nih ada
apa?”
Patih alau : “tadi aku dengar
ada yang berbicara”
Patih upal : “dimana ?”
Patih alau : “disebelah sana ayo kita
lihat!”
Patih upal : “Baiklah yu” (sambil berlari)
Patih alau : “hey kamu mau kemana ?”
Patih upal : “kesana”
Patih alau : “orang arahnya kesini”
Patih upal : “ohh..ya udah deh,
ayo”
Prolog : kedua patih itu pun
mengendap ngendap sambil mengintip ketiga sahabat tersebut.
Patih upal : “hey lihat itu ada 3 orang
gadis sedang berjalan”
Patih alau : “mana ? oh iya kita harus
laporkan kepada raja nih.”
Patih upal : “iya kita harus laporkan
kepada jaja ini kan berita penting”
Patih alau : “raja kali ! emangnya pelawak
apa jaja miharja .. :D”
Patih upal : “iya deh, gimana
kamu aja”
Prolog :
lalu kedua patih itu pun
melaporkan kejadian yang dilihatnya kepada sang raja dan ratu kerajaan
Patih upal : “hormat kami baginda raja kami
akan melapokan sesuatu yang sangat penting”
Raja : “uhahahaha … memangnya ada apa ?”
Ratu : “sepertinya berita ini penting
sekali”
Patih alau : “betul..betul..betul..”
Patih upal : “kami melihat 3 orang
perempuan sedang berpetualang di hutan ini dan sepertinya mereka juga sedang
mencari harta karun kerjaaan raja”
Raja : “uhahahaha uhuk uhuk…maaf, apa ?
tidak, cepat tangkap mereka sekarang”
Patih alau : “OBH nya belum diminum ya raja
?? :D”
Patih upal : “iya nih ..”
Raja : “iya nih pasti mamah lupa ngasih aku
obat batuk nihh”
Ratu : “ iya ya, maaf papah”
Raja : “hey kenapa kalian masih disini
cepat kalian tangkap ketiga anak tersebut”
Patih alau & upal : “siaaap
raja”
Prolog : Patih Alau dan Patih
Upal pun segera mencari dan menangkap ketiga sahabat tersebut.
Patih upal& alau : “haaa”
Dila, rara, fira : “waaaaa…”
Patih upal & alau : “waaa..”
Dila, rara , fira : “kaburr…”
Patih upal & alau : “cepat
tangkapp..”
Prolog : Dila, Rara & Fira
pun berlari berlainan arah. Patih Upal & Alau juga berlari untuk menangkap ketiga sahabat
tersebut.
Fira ; “Haduhh.. kemana dila dan rara ya ?”
(sambil berjalan mundur)
Dila : “huhh .. untung saja para orang aneh
itu tidak mengejar aku lagi”
Rara : “haduhh.. dimana orang aneh itu
berada ?aku takut nihh..”
Prolog : tanpa mereka sadari, Ketiga
sahabat itu bertabrakan dengan keadaan berbalikan arah.
Fira , dila & rara : “haaaa,,” (kaget
dan akhirnya pingsan)
Prolog : ketiga sahabat itu pun kaget lalu
akhirnya pingsan. Patih alau & upal pun menemui ketiga sahabat tersebut dan
langsung menangkapnya.
Patih alau : “hahaha .. sekarang kena
kalian”
Patih upal : “sepertinya mereka pingsan
patih alau”
Patih alau : “emang,, aku juga tau kali..”
Patih upal : “tinggal kita ikat mereka,
lalu kita bawa ke hadapan raja”
Patih alau : “emang mau digituin kali”
Patih upal : “ihh sensi banget sihhh”
Patih alau : “masalah buat lo !!”
Prolog : Kedua patih itu pun membawa ketiga
sahabat itu ke hadapan raja dengan keadaan terikat.
Patih Upal ; “Hormat saya raja, kami telah
membawa tiga anak yang telah saya ceritakan kepada raja dan ratu”
Raja : “ehem ehem.. uhahahaha … kerja yang
bagus patih ku. Cepat bawa dia ke tahanan sel untuk dijadikan sarapan pagi ku besok”
Patih upal & alau : “siaapp raja”
Prolog : Lalu ketiga sahabat pun dibawa ke
tahanan sel yang tempatnya sunggauh sempit dan tak berjendela, mereka akan
dijadikan sarapan sang raja untuk besok pagi
Fira: “aduhh ada dimana nih ?”
Prolog : Saat malam fira terbangun dengan
keadaannya yang masih bingung dengan keberadaannya yang tiba-tiba ada di sebuah
sel yang sangat sempit dan hampa. Disaat ia terbangun , ia mendengar sedikit
pembicaraan sang patih yang sedang berbicara di luar sel.
Patih alau : “ketiga gadis itu
cantik-cantik yah, tapi aku lebih suka yang katanya sih namanya itu rara”
Patih upal : “itu sih gak seberapa, aku
lebih menyukai wanita yang katanya bernama Dila, dia wanita yang sangat manis”
Patih alau : “jadi gak tega nih kalau besok
mereka akan di penggal kepalanya dan dijadikan soup untuk sarapan sang raja
& ratu”
Patih upal : “iya, haduh aku bisa galau nih
kalau kaya gini terus”
Fira : “ohh ternyata mereka itu menyukai
Rara dan Dila, Haduhh pas dong.. tapi apa maksudnya yah yang ktanya mereka akan
dipenggal dan dijadikan soup untuk sang raja dan ratu” (sambil kebingungan)
Fira : “hey hey.. Rara Dila bangun hey
bangun”
Rara : “ada apa sih Fira ?”
Fira : “sebentar, Hey Dila bangun”
Dila : “apa apa sihh..”
Fira : “aku mau cerita nihh,”
Dila : “Cepet mau cerita apa?”
Fira : “tadi aku sempet denger obrolan kedua
patih aneh itu. Katanya besok pagi kita akan dipenggal dan dijadikan soup untuk
sarapan raja dan ratu”
Rara : “mungkin kamu salah denger kali
fir,”
Fira : “engga,kok aku yakin aku gak salah
denger orang telinga aku kan gak budeg”
Dila : “Bentar bentar deh kalian masih
inget gak sama kata-kata yang ibu-ibu itu dulu, yang ktanya penduduk disini
kanibal itu loh”
Rara : “iya bener apa mungkin kata-kata ibu
itu bener ya”
Fira : “nah itu dia yang jadi masalahnya”
Prolog : tanpa terasa waktu pun telah pagi,
dan rasanya semakin membuat ketiga sahabat itu tegang.
Patih upal : “hey hey cepat bangun !”
Dila : “udah dari tadi kalii”
Dayang : “Patih kata raja cepat bawa ketiga
anak itu ke lapangan tempat penyembelihan”
Patih alau : “iya dayang”
Prolog : Ketiga sahabat itu dibawa ke
lapangan tempat penyembelihan. Keadaan itu membuat mereka semakin bingung dan
tegang. Dan membuat kedua patih itu merasa tak tega dan semakin galau.
Patih alau : “cepat sedikit dong jalannya!”
Rara : “iya iya, laki-laki tapi bawelnya melebihi
cewek”
Patih alau : “haduhh.. cepat cepat”
Prolog : setelah sampai ke tempat
penyembelihan, mereka melihat banyak hewan yang disembelih dan membuat
keadaannya menjadi semakin pasrah saja.
Fira : “haduhh.. bagaimana ini , aku tegang
banget”
Dila : “aku juga.. aku gak mau mati
sekarang”
Rara : “apalagi ini caranya kpalanya di
penggal lagi, aduh ga mau”
Prolog : setelah menunggu,
sekarang saatnya ketiga sahabat itu yang akan di penggal.
Patih alau : “kamu cepat kesini !”
Fira : “saya kah ?”
Patih alau : “iya cepat !”
Dila & rara : “jangan Fira !”
Fira : “makasih ya sahabatku”
Prolog : Sambil memegang tangan untuk yang
terakhir kalinya, Dila dan rara menangis tak tega melihat sahabatnya diperlakukan
seperti itu. Tetapi, saat itu …
Raja : “uhahhaha.. cepat penggal dia
sekarang juga”
Ratu : “tunggu patih., stop jangan lakukan
itu kepada dia !”
Patih upal : “ada apa ratu ?”
Ratu : “kemarilah nak ..”
Fira : “saya ratu ?”
Ratu : “iya kamu nak..”
Prolog : fira pun mendekati sang ratu. Dan
membuat keadaan menjadi sedikit lega.
Ratu : “bolehkah saya melihat tanda lahir
yang ada ditangan mu itu nak ?”
Fira : “boleh ratu”
Prolog : tiba-tiba sang ratu memeluk erat
fira. Yang membuat semuanya heran dan tertegun melihatnya.
Ratu : “kamu adalah anakku nak !”
(fira hanya bisa terdiam )
Ratu : “apakah kamu masih ingat dengan
tanda lahir ini raja ?” (sambil mennunjukan tanda lahir di tangan fira)
Raja : “tidak, tidak mungkin dia adalah
anakku!”
Ratu : “lihatlah tanda ini baik-baik”
Raja : “sudah sebesar inikah seorang anak
semata wayangku ini?”
Dila : “tunggu dulu, tunggu. Apa ya maksud
kalian ngomong fira adalah anak kalian?”
Rara : “maaf jangan jadiin kita permainan
disini!”
Dila : “sumpah aku gak ngerti maksud kalian
disini apa?”
Prolog : dengan keadaan kesal Dila dan Rara
memotong pembicaraan raja dan ratu.
Raja : “dulu saat fira berusia 5 tahun,
sekelompok peneliti datang ke hutan ini. Mereka datang untuk keperluan
penelitiannya,mereka menebang banyak beberapa pohon yang ada di hutan ini. saat
itu salah seorang dari anggota kelompok tersebut kami penggal, lalu mereka
berbalas dendam dengan menculik fira. Dan hanya tanda lahir inilah yang dapat
menunjukan siapa fira”
Rara : “tapi ini tuh bukanlah bukti yang
kuat kalau fira adalah anak raja dan ratu kerajaan ini”
Fira : “tidak, karena saya juga masih ingat
betul tentang kejadian yang dulu pernah terjadi. Ayah ibu aku juga sangat
merindukanmu. Tapi jujur fira gak seneng sama keadaan kerajaan ini yang menjadi
kerajaan kanibal ayah, ibu”
Ratu : “baiklahh, kami berjanji tidak akan
menjadi kerajaan yang kanibal lagi”
Fira : “teriama kasih ayah, ibu. Ehh
semuanya pada tau gak , sebenernya tuh yaa patih alau itu suka sama rara, dan
patih upal juga sebenernya suka ke Dila ,… ciee ciee. Aku juga yakin kok pasti
kalian suka juga sama para patih ini ya kann ? jujur aja deh?”
Raja : “ya sudah cepat, aku sudah beri
restu ko untuk kalian semua. Iya kan bu?”
Ratu : “bolehh, kenapa tidak. Tapi anak ibu
ini pacarannya sama siapa dong?”
Fira : “dengan bertemu ayah dan ibu disini
pun sudah cukup membuat fira menjadi bahagia sekali”
Prolog : Akhirnya, patih alau dan rara juga
patih upal dan dila telah resmi menjadi seorang pasangan kekasih cieee… dan
Akhirnya ketiga sahabat itu mengukir kisah bahagia nya di hutan terlarang ,,
TERIMA
KASIH
Created By :
·
Muhammad
Rifki Faturrahman sebagai Raja
·
Zulfikar
Alaudin sebagai
Patih Alau
·
Fadlil
Muhammad Naufal sebagai Patih
Upal
·
Salshafira
Mutiara Ramadhany sebagai Fira (anak
Raja)
·
Nurul
Fadilah
sebagai Dila
·
Nadia
Nur Azmi sebagai
Rara
·
Salsabila
Fakhirah Wardani sebagai Ratu
·
Lulu
Rahma Syafitri sebagai Prolog
·
Bellyani
Nopifa Sylvania sebagai
Dayang
·
Dyah
Hallimatusadiah sebagai
Ibu (penduduk Desa Sapi Deleng)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar